Minggu, 24 Februari 2013
Senin, 18 Februari 2013
KONSERVASI BANTARAN BERBASIS PARTISIPASI
Masalah perkotaan pada saat ini telah menjadi masalah yang
cukup rumit untuk diatasi. Perkembangan perkotaan membawa pada konsekuensi negatif
pada beberapa aspek, termasuk aspek lingkungan. Dalam tahap awal perkembangan
kota, sebagian besar lahan merupakan ruang terbuka hijau. Namun, adanya
kebutuhan ruang untuk menampung penduduk dan aktivitasnya, ruang hijau tersebut
cenderung mengalami konversi guna lahan menjadi kawasan kumuh, tak terkecuali
lahan bantaran sungai maupun rel kereta api.
Hal-hal tersebut diperburuk oleh lemahnya penegakan hukum dan penyadaran
masyarakat terhadap aspek penataan ruang kota sehingga menyebabkan munculnya permukiman
kumuh di beberapa ruang kota dan menimbulkan berbagai masalah.Anak dalam pembangunan
Dalam konvensi Hak Anak (Convention on the Right of
the Child) dinyatakan bahwa anak memiliki empat hak dasar yakni hak untuk
hidup, hak untuk bertumbuh dan berkembang, hak untuk mendapatkan perlindungan
dan hak untuk berpartisipasi. Demikian juga dalam Undan-Undang Perlindungan
Anak No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juga mengatur mengenai
keempat hak anak tersebut.
Dalam program pembangunan masyarakat ada banyak model pendekatan yang
digunakan diantaranya model pendekatan yang berbasis kebutuhan (Need
based approach)Rabu, 13 Februari 2013
KOTA LAYAK ANAK
Kota dan Anak
Berbagai penelitian yang dilakukan oleh para arsitek,
perencana kota, perancang, psikolog, sosiolog, dan kriminolog yang berkaitan
dengan anak dan kota, baik sebagai warga kota maupun pengguna ruang kota. Penelitian
tersebut dilakukan dengan beberapa alasan, antara lain kepentingan pemenuhan
tugas akhir sebagai mahasiswa, dan kepentingan organsiasi atau lembaga dalam
rangka proyek dan atau pembangunan kota. Bila ditelusuri, penelitian tentang
anak dan kota telah berlangsung sejak tahun 1970-an sampai sekarang.
Senin, 11 Februari 2013
Profil Sanggar Anak Merdeka - Surakarta
Sanggar Anak Merdeka
(SAM) adalah sanggar belajar dan wahana pengembangan kreatifitas
sekaligus model pendidikan alternatif bagi anak-anak kelompok miskin di
Kelurahan Danukusuman Surakarta. Didirikan sejak tahun 2003 oleh
individu-individu yang concern terhadap persoalan kemiskinan dan
perdamaian di Surakarta. Aktifitas Sanggar Anak Merdeka (SAM) bermula
dari keprihatinan terhadap masa depan anak-anak kelompok masyarakat
miskin yang terpinggirkan oleh struktur ekonomi dan politik yang
kapitalistik. Masa
kanak-kanak yang bahagia seringkali harus tercerabut dari anak-anak
kelompok miskin itu. Seringkali mereka harus berhadapan dengan realitas
kehidupan yang tidak menguntungkan dan mempersempit ruang serta
kesempatan untuk mengembangkan diri.
Langganan:
Postingan (Atom)
