Senin, 18 Februari 2013

KONSERVASI BANTARAN BERBASIS PARTISIPASI

Masalah perkotaan pada saat ini telah menjadi masalah yang cukup rumit untuk diatasi. Perkembangan perkotaan membawa pada konsekuensi negatif pada beberapa aspek, termasuk aspek lingkungan. Dalam tahap awal perkembangan kota, sebagian besar lahan merupakan ruang terbuka hijau. Namun, adanya kebutuhan ruang untuk menampung penduduk dan aktivitasnya, ruang hijau tersebut cenderung mengalami konversi guna lahan menjadi kawasan kumuh, tak terkecuali lahan bantaran sungai maupun rel kereta api.  Hal-hal tersebut diperburuk oleh lemahnya penegakan hukum dan penyadaran masyarakat terhadap aspek penataan ruang kota sehingga menyebabkan munculnya permukiman kumuh di beberapa ruang kota dan menimbulkan berbagai masalah.

Anak dalam pembangunan


Dalam konvensi Hak Anak (Convention on the Right of the Child) dinyatakan bahwa anak memiliki empat hak dasar yakni hak untuk hidup, hak untuk bertumbuh dan berkembang, hak untuk mendapatkan perlindungan dan hak untuk berpartisipasi. Demikian juga dalam Undan-Undang Perlindungan Anak No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juga mengatur  mengenai keempat hak anak tersebut.  
Dalam program pembangunan masyarakat ada  banyak model pendekatan yang digunakan diantaranya model pendekatan yang  berbasis kebutuhan (Need based approach)

Rabu, 13 Februari 2013

KOTA LAYAK ANAK


Kota dan Anak
Berbagai penelitian yang dilakukan oleh para arsitek, perencana kota, perancang, psikolog, sosiolog, dan kriminolog yang berkaitan dengan anak dan kota, baik sebagai warga kota maupun pengguna ruang kota. Penelitian tersebut dilakukan dengan beberapa alasan, antara lain kepentingan pemenuhan tugas akhir sebagai mahasiswa, dan kepentingan organsiasi atau lembaga dalam rangka proyek dan atau pembangunan kota. Bila ditelusuri, penelitian tentang anak dan kota telah berlangsung sejak tahun 1970-an sampai sekarang.
Penelitian yang sangat berpengaruh pada implementasi Konvensi Hak Anak dan kemudian diadopsi oleh UNICEF dan UNHABITAT melalui “Child Friendly City Inniciative” adalah penelitian yang dilakukan oleh Kevin Lynch, arsitek dari Massachusetts Institute of Technology.

Senin, 11 Februari 2013

Profil Sanggar Anak Merdeka - Surakarta

Sanggar Anak Merdeka (SAM) adalah sanggar belajar dan wahana pengembangan kreatifitas sekaligus model pendidikan alternatif bagi anak-anak kelompok miskin di Kelurahan Danukusuman Surakarta. Didirikan sejak tahun 2003 oleh individu-individu yang concern terhadap persoalan kemiskinan dan perdamaian di Surakarta. Aktifitas Sanggar Anak Merdeka (SAM) bermula dari keprihatinan terhadap masa depan anak-anak kelompok masyarakat miskin yang terpinggirkan oleh struktur ekonomi dan politik yang kapitalistik. Masa kanak-kanak yang bahagia seringkali harus tercerabut dari anak-anak kelompok miskin itu. Seringkali mereka harus berhadapan dengan realitas kehidupan yang tidak menguntungkan dan mempersempit ruang serta kesempatan untuk mengembangkan diri.