Senin, 11 Februari 2013

Profil Sanggar Anak Merdeka - Surakarta

Sanggar Anak Merdeka (SAM) adalah sanggar belajar dan wahana pengembangan kreatifitas sekaligus model pendidikan alternatif bagi anak-anak kelompok miskin di Kelurahan Danukusuman Surakarta. Didirikan sejak tahun 2003 oleh individu-individu yang concern terhadap persoalan kemiskinan dan perdamaian di Surakarta. Aktifitas Sanggar Anak Merdeka (SAM) bermula dari keprihatinan terhadap masa depan anak-anak kelompok masyarakat miskin yang terpinggirkan oleh struktur ekonomi dan politik yang kapitalistik. Masa kanak-kanak yang bahagia seringkali harus tercerabut dari anak-anak kelompok miskin itu. Seringkali mereka harus berhadapan dengan realitas kehidupan yang tidak menguntungkan dan mempersempit ruang serta kesempatan untuk mengembangkan diri.
Kesenjangan ekonomi yang tinggi, kemiskinan dan konflik yang terjadi telah menyisakan setumpuk persoalan yang berimbas pada rendahnya kualitas hidup anak. Pendidikan yang rendah, asupan gizi yang kurang dan kesehatan yang buruk juga ruang interaksi yang semakin sempit adalah beberapa persoalan yang melingkupi kondisi anak-anak di Solo terutama di Kampung Danukusuman. Sehingga bisa dikatakan anak-anak miskin tersebut kurang sekali mendapatkan pemenuhan hak-haknya sebagai individu atas hak-hak dasar sosial budaya, terutama terkait dengan pengembangan dirinya agar menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, kreatif dan berbudaya.
Beban belajar yang semakin berat di sekolah, teknologi yang semakin canggih dan tren gaya hidup konsumtif telah menjadikan anak-anak teralienasi dari lingkungan kanak-kanaknya. Belum lagi kesenjangan sosial ekonomi yang ada dimasyarakat membuat anak-anak ikut merasakan imbasnya, mereka anak-anak kelompok miskin semakin tersisih dari interaksi lingkungan. Sehari-hari mereka harus hidup dalam egoisitas dan primordialisme etnis dilingkungan mereka, hal ini akhirnya akan berujung pada kokohnya bangunan konflik yang laten di masyarakat. Berkaca pada kondisi yang demikian Sanggar Anak Merdeka berupaya untuk memperkecil potensi konflik dimasyarakat dengan membuka ruang belajar dan berinteraksi bagi masyarakat untuk membangun perdamaian lewat metode partisipasi anak-anak dalam kegiatan-kegiatan sanggar.
Adapun kegiatan Sanggar Anak Merdeka mendasarkan pada tiga prinsip, yaitu ramah terhadap sesama, ramah terhadap lingkungan dan ramah terhadap Tuhan. Harapan dari prinsip yang menjiwai kegiatan sanggar bertujuan agar anak-anak dapat menjadi generasi penerus yang memiliki toleransi yang tinggi terhadap berbagai perbedaan yang terdapat pada masyarakat seperti agama, etnis, tingkat ekonomi dan berbagai varian pembeda dimasyarakat. Ketika rasa toleransi terhadap sesama dijiwai dengan nilai-nilai ketuhanan telah muncul harapannya juga akan menumbuhkan toleransi terhadap alam sehingga mampu menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan alam sekitar mereka sebagai tempat tinggal dan aset masa depan mereka.
Sejak awal berdiri pendanaan Sanggar Anak Merdeka (SAM) bersifat independen dan terbuka terhadap donasi berbagai pihak dan dukungan inti dari para pendiri Sanggar Anak Merdeka (SAM). Model pendidikan alternatif ini rupanya menarik kepedulian Pemerintah Kota Surakarta untuk ikut berkontribusi. Pada tahun 2005 Pemerintah Kota Surakarta lewat APBD berhasil membangun sarana fisik sanggar, sehingga program pendidikan alternatif SAM bisa berjalan dengan baik. Namun pada tahun 2006 bertepatan dengan gempa Jogja, membuat para donatur semakin menyusut. Ditambah lagi dengan adanya bencana banjir pada tahun 2007, telah membuat seluruh sarana dan prasarana sanggar menjadi rusak berat dan tidak bisa terpakai lagi. Sementara program kegiatan sanggar harus terus berjalan. Oleh karena itu diperlukan upaya membangun kembali kegiatan sanggar agar terus berjalan menuju tujuan yang dicita-citakan.
Berdasarkan kerangka pikir tersebut, Sanggar Anak Merdeka merasa perlu untuk memperkuat program-program peacebuilding dan konservasi yang dikembangkan lewat kegiatan belajar di Sanggar agar anak-anak terutama dari kelompok miskin mempunyai kesempatan yang relatif sama dalam pengembangan dirinya. Dengan visi tersebut maka untuk tiga tahun ke depan SAM merumuskan tiga strategi utama ; pengorganisasian kembali kelompok belajar anak-anak masyarakat miskin, pendidikan kritis untuk perubahan pola pikir, dan konservasi lingkungan hidup sebagai benteng alam dari pengrusakan lingkungan yang berimbas pada kehidupan mereka. Dari semua tahapan tekrsebut di atas, proses pembangunan gerakan sosial menuju masyarakat yang berkeadilan sosial dengan menggunakan perspektif konservasi dan peacebuilding semakin perlu segera dilakukan.
TUJUAN / GOAL
Mempengaruhi pola pikir masyarakat untuk mengembangkan toleransi terhadap sesama dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, melalui pendekatan kearifan budaya lokal dalam menjaga keberlangsungan integritas perdamaian dan kesejahteraan masyarakat dari pengaruh buruk pembangunan yang kapitalistik.
MANDAT
Menyelenggarakan pendidikan alternatif untuk penguatan kelompok-kelompok masyarakat miskin dalam rangka pemenuhan dan perlindungan hak dasar terutama bagi anak-anak masyarakat miskin yang selama ini terpinggirkan. Sekaligus menciptakan ruang interaksi bagi anak-anak dengan metode pendekatan cara bermain dan belajar
VISI
Terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat dalam suasana kehidupan yang adil,damai dan sejahtera
MISI
a. Mengembangkan model-model pendidikan alternatif bagi anak-anak masyarakat miskin untuk meningkatkan kesadaran bertoleransi terhadap perbedaan yang ada di masyarakat, dan meningkatkan kesadaran konservasi lingkungan.
b. Melakukan kegiatan bermain dan belajar berdasarkan prinsip ramah terhadap sesama, ramah terhadap lingkungan dan ramah terhadap Tuhan.
c. Melakukan pengorganisasian masyarakat lewat media bermain dan belajar anak-anak yang akan ikut melibatkan masyarakat (orang tua) dalam mendukung kegiatan anak-anaknya.
d. Memperluas ruang komunikasi dan interaksi anak-anak yang termarjinalkan dalam membangun toleransi dan solidaritas masyarakat atas berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
e. Meningkatkan kapasitas organisasi/kelompok anak-anak dan masyarakat dalam pengelolaan dan mobilisasi sumber daya untuk mencapai perdamaian dan kesejahteraan.
f. Mendorong sebuah gerakan sosial yang akan mempelopori upaya perdamaian di tingkat akar rumput untuk bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
PENDEKATAN
1. Pengorganisasian kelompok anak-anak terutama anak-anak dari kelompok masyarakat miskin lewat aktifitas belajar dan bermain.
2. Pendidikan kritis untuk membangun kesadaran bertoleransi, dan konservasi lingkungan hidup.
3. Advokasi untuk pemenuhan dan perlindungan kebutuhan dasar masyarakat sipil terutama anak-anak masyarakat miskin.
Target Group

Berdasarkan analisa makro tentang kemiskinan struktural dan posisi masyarakat miskin khususnya anak-anak, maka target group Kerjasama dengan Mitra Nasional dan Internasional
adalah anak-anak kelompok masyarakat miskin yang termarjinalkan oleh berbagai bentuk ketidakadilan struktural yang menyebabkan kurangnya penikmatan atas terpenuhinya hak-hak dasar manusia terutama anak-anak.
Program Kerjasama yang Telah Dilakukan
Untuk mewujudkan visi dan misi lembaga, Kerjasama dengan Mitra Nasional dan Internasional
telah bekerjasama dengan beberapa organisasi dan jaringan. Beberapa diantaranya adalah hal-hal yang terkait dengan program ini ;
Kerjasama dengan Organisasi Jaringan 3 tahun terakhir
Capaian Strategis
Berbagai capaian strategis yang telah dilakukan oleh Sanggar Anak Merdeka dalam tiga (3) tahun terakhir di Kota Surakarta adalah;

1. Inspirator Terbentuknya Taman Cerdas di Kelurahan di Surakarta
2. Jaringan Antar Aktivis Pemerhati Persoalan Anak, Ormas Keagamaan, Etnis dan Partai Politik

Alamat
Jl. Babar Layar 25 Danuksuman Solo 57156
phone 0271 - 644901
Contact Person :
Shemmy Samuel Rory
       081 3934 23456

Tidak ada komentar:

Posting Komentar