Sanggar Anak Merdeka
(SAM) adalah sanggar belajar dan wahana pengembangan kreatifitas
sekaligus model pendidikan alternatif bagi anak-anak kelompok miskin di
Kelurahan Danukusuman Surakarta. Didirikan sejak tahun 2003 oleh
individu-individu yang concern terhadap persoalan kemiskinan dan
perdamaian di Surakarta. Aktifitas Sanggar Anak Merdeka (SAM) bermula
dari keprihatinan terhadap masa depan anak-anak kelompok masyarakat
miskin yang terpinggirkan oleh struktur ekonomi dan politik yang
kapitalistik. Masa
kanak-kanak yang bahagia seringkali harus tercerabut dari anak-anak
kelompok miskin itu. Seringkali mereka harus berhadapan dengan realitas
kehidupan yang tidak menguntungkan dan mempersempit ruang serta
kesempatan untuk mengembangkan diri.
Kesenjangan ekonomi yang tinggi,
kemiskinan dan konflik yang terjadi telah menyisakan setumpuk persoalan
yang berimbas pada rendahnya kualitas hidup anak. Pendidikan yang
rendah, asupan gizi yang kurang dan kesehatan yang buruk juga ruang
interaksi yang semakin sempit adalah beberapa persoalan yang melingkupi
kondisi anak-anak di Solo terutama di Kampung Danukusuman. Sehingga bisa
dikatakan anak-anak miskin tersebut kurang sekali mendapatkan pemenuhan
hak-haknya sebagai individu atas hak-hak dasar sosial budaya, terutama
terkait dengan pengembangan dirinya agar menjadi generasi penerus bangsa
yang cerdas, kreatif dan berbudaya.
Beban
belajar yang semakin berat di sekolah, teknologi yang semakin canggih
dan tren gaya hidup konsumtif telah menjadikan anak-anak teralienasi
dari lingkungan kanak-kanaknya. Belum lagi kesenjangan sosial ekonomi
yang ada dimasyarakat membuat anak-anak ikut merasakan imbasnya, mereka
anak-anak kelompok miskin semakin tersisih dari interaksi lingkungan.
Sehari-hari mereka harus hidup dalam egoisitas dan primordialisme etnis
dilingkungan mereka, hal ini akhirnya akan berujung pada kokohnya
bangunan konflik yang laten di masyarakat. Berkaca pada kondisi yang
demikian Sanggar Anak Merdeka berupaya untuk memperkecil potensi konflik
dimasyarakat dengan membuka ruang belajar dan berinteraksi bagi
masyarakat untuk membangun perdamaian lewat metode partisipasi anak-anak
dalam kegiatan-kegiatan sanggar.
Adapun
kegiatan Sanggar Anak Merdeka mendasarkan pada tiga prinsip, yaitu
ramah terhadap sesama, ramah terhadap lingkungan dan ramah terhadap
Tuhan. Harapan dari prinsip yang menjiwai kegiatan sanggar bertujuan
agar anak-anak dapat menjadi generasi penerus yang memiliki toleransi
yang tinggi terhadap berbagai perbedaan yang terdapat pada masyarakat
seperti agama, etnis, tingkat ekonomi dan berbagai varian pembeda
dimasyarakat. Ketika rasa toleransi terhadap sesama dijiwai dengan
nilai-nilai ketuhanan telah muncul harapannya juga akan menumbuhkan
toleransi terhadap alam sehingga mampu menumbuhkan kepedulian terhadap
lingkungan alam sekitar mereka sebagai tempat tinggal dan aset masa
depan mereka.
Sejak awal berdiri pendanaan Sanggar Anak Merdeka (SAM) bersifat
independen dan terbuka terhadap donasi berbagai pihak dan dukungan inti
dari para pendiri Sanggar Anak Merdeka (SAM). Model pendidikan
alternatif ini rupanya menarik kepedulian Pemerintah Kota Surakarta
untuk ikut berkontribusi. Pada tahun 2005 Pemerintah Kota Surakarta
lewat APBD berhasil membangun sarana fisik sanggar, sehingga program
pendidikan alternatif SAM bisa berjalan dengan baik. Namun pada tahun
2006 bertepatan dengan gempa Jogja, membuat para donatur semakin
menyusut. Ditambah lagi dengan adanya bencana banjir pada tahun 2007,
telah membuat seluruh sarana dan prasarana sanggar menjadi rusak berat
dan tidak bisa terpakai lagi. Sementara program kegiatan sanggar harus
terus berjalan. Oleh karena itu diperlukan upaya membangun kembali
kegiatan sanggar agar terus berjalan menuju tujuan yang dicita-citakan.
Berdasarkan
kerangka pikir tersebut, Sanggar Anak Merdeka merasa perlu untuk
memperkuat program-program peacebuilding dan konservasi yang
dikembangkan lewat kegiatan belajar di Sanggar agar anak-anak terutama
dari kelompok miskin mempunyai kesempatan yang relatif sama dalam
pengembangan dirinya. Dengan visi tersebut maka untuk tiga tahun ke
depan SAM merumuskan tiga strategi utama ; pengorganisasian kembali
kelompok belajar anak-anak masyarakat miskin, pendidikan kritis untuk
perubahan pola pikir, dan konservasi lingkungan hidup sebagai benteng
alam dari pengrusakan lingkungan yang berimbas pada kehidupan mereka.
Dari semua tahapan tekrsebut di atas, proses pembangunan gerakan sosial
menuju masyarakat yang berkeadilan sosial dengan menggunakan perspektif
konservasi dan peacebuilding semakin perlu segera dilakukan.
TUJUAN / GOAL
Mempengaruhi
pola pikir masyarakat untuk mengembangkan toleransi terhadap sesama dan
meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, melalui pendekatan
kearifan budaya lokal dalam menjaga keberlangsungan integritas
perdamaian dan kesejahteraan masyarakat dari pengaruh buruk pembangunan
yang kapitalistik.
MANDAT
Menyelenggarakan pendidikan alternatif untuk penguatan
kelompok-kelompok masyarakat miskin dalam rangka pemenuhan dan
perlindungan hak dasar terutama bagi anak-anak masyarakat miskin yang
selama ini terpinggirkan. Sekaligus menciptakan ruang interaksi bagi
anak-anak dengan metode pendekatan cara bermain dan belajar
VISI
Terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat dalam suasana kehidupan yang adil,damai dan sejahtera
MISI
a. Mengembangkan
model-model pendidikan alternatif bagi anak-anak masyarakat miskin
untuk meningkatkan kesadaran bertoleransi terhadap perbedaan yang ada di
masyarakat, dan meningkatkan kesadaran konservasi lingkungan.
b. Melakukan
kegiatan bermain dan belajar berdasarkan prinsip ramah terhadap sesama,
ramah terhadap lingkungan dan ramah terhadap Tuhan.
c. Melakukan
pengorganisasian masyarakat lewat media bermain dan belajar anak-anak
yang akan ikut melibatkan masyarakat (orang tua) dalam mendukung
kegiatan anak-anaknya.
d. Memperluas
ruang komunikasi dan interaksi anak-anak yang termarjinalkan dalam
membangun toleransi dan solidaritas masyarakat atas berbagai persoalan
sosial kemasyarakatan.
e. Meningkatkan
kapasitas organisasi/kelompok anak-anak dan masyarakat dalam
pengelolaan dan mobilisasi sumber daya untuk mencapai perdamaian dan
kesejahteraan.
f. Mendorong
sebuah gerakan sosial yang akan mempelopori upaya perdamaian di tingkat
akar rumput untuk bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
PENDEKATAN
1. Pengorganisasian kelompok anak-anak terutama anak-anak dari kelompok masyarakat miskin lewat aktifitas belajar dan bermain.
2. Pendidikan kritis untuk membangun kesadaran bertoleransi, dan konservasi lingkungan hidup.
3. Advokasi untuk pemenuhan dan perlindungan kebutuhan dasar masyarakat sipil terutama anak-anak masyarakat miskin.
Target Group
Berdasarkan analisa makro tentang kemiskinan struktural dan posisi masyarakat miskin khususnya anak-anak, maka target group Kerjasama dengan Mitra Nasional dan Internasional
adalah
anak-anak kelompok masyarakat miskin yang termarjinalkan oleh berbagai
bentuk ketidakadilan struktural yang menyebabkan kurangnya penikmatan
atas terpenuhinya hak-hak dasar manusia terutama anak-anak.
Program Kerjasama yang Telah Dilakukan
Untuk mewujudkan visi dan misi lembaga, Kerjasama dengan Mitra Nasional dan Internasional
telah
bekerjasama dengan beberapa organisasi dan jaringan. Beberapa
diantaranya adalah hal-hal yang terkait dengan program ini ;
Kerjasama dengan Organisasi Jaringan 3 tahun terakhir
Capaian Strategis
Berbagai
capaian strategis yang telah dilakukan oleh Sanggar Anak Merdeka dalam
tiga (3) tahun terakhir di Kota Surakarta adalah;
1. Inspirator Terbentuknya Taman Cerdas di Kelurahan di Surakarta
2. Jaringan Antar Aktivis Pemerhati Persoalan Anak, Ormas Keagamaan, Etnis dan Partai Politik
Alamat
Jl. Babar Layar 25 Danuksuman Solo 57156
phone 0271 - 644901
Contact Person :
Shemmy Samuel Rory
081 3934 23456
Tidak ada komentar:
Posting Komentar